Cara Mudah Menerapkan Sistem Referral dalam Marketing Properti

referral-marketing-properti

Sistem referral dalam pemasaran properti (khususnya rumah) memiliki impact yang besar untuk memacu penjualan. Karena dengan sistem referral ini kita bisa memperoleh data konsumen yang potensial tanpa bersusah payah.

Keefektifan sistem referral ini sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan seperti perbankan dengan sistem member get member dalam menggaet nasabah dan pemasaran kartu kredit, juga dimanfaatkan oleh perusahaan asuransi.

Menurut Tung Desem Waringin dalam bukunya Marketing Revolution sistem referral dalam aplikasi pemasaran perumahan bisa dilakukan dengan memberikan produk-produk populer seperti TV LED atau furniture dan lain-lain kepada referrer.

Dimana hadiah ini sudah dianggarkan dalam program marketing kita atau dengan menganggarkan dalam harga produk secara langsung. (more…)

Tata Cara Peralihan Hak Tanah dan Bangunan dengan Akta Jual Beli

Bagaimana Langkah-langkah Pembuatan Akta Jual Beli Properti di Hadapan PPAT

Menurut Pasal 37 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Akta Jual Beli (AJB) merupakan bukti sah (selain risalah lelang, jika peralihan haknya melalui lelang) bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih kepada pihak lain.

AJB dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Camat untuk daerah tertentu yang masih jarang terdapat PPAT.

Untuk diketahui bahwa wilayah kerja PPAT adalah berdasarkan daerah tingkat dua. Jika PPAT berkantor di Jakarta Timur maka ia hanya bisa membuat akta PPAT untuk wilayah Jakarta Timur saja.

Demikian Juga jika berkantor di Kota Bekasi, maka ia hanya bisa membuat akta untuk objek yang ada di Kota Bekasi saja.

Secara hukum, Peralihan Hak atas tanah dan bangunan tidak bisa dilakukan di bawah tangan tanpa AJB. Jika suatu peralihan hak sudah dibuatkan secara bawah tangan maka untuk mengajukan baliknama sertifikat tersebut harus dibuatkan lagi AJB di PPAT. (more…)

Biaya-Biaya yang Timbul Dalam Proses Jual Beli Rumah Second

biaya transaksi juel beli rumah seken

Dalam proses jual beli properti (seperti rumah, tanah dan lain-lain) diperlukan biaya-biaya.

Biaya-biaya tersebut ada yang resmi dibayarkan kepada negara atau pemerintah daerah dan ada juga biaya untuk pejabat yang melaksanakan jual beli tersebut yang bersifat negotiable.

Biaya yang resmi dibayarkan tersebut seperti biaya pengecekan sertifikat, biaya akta jual beli untuk PPAT/Notaris termasuk biaya pembuatan kuasa-kuasa bila diperlukan, biaya pengikatan jual beli, Pajak Penghasilan (PPh) final, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya balik nama sertifikat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jika pembelian dengan bantuan lembaga pembiayaan dan biaya lain-lain.

Biaya Pengecekan Sertipikat

Pengecekan sertipikat dilakukan ke kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan.

Pengecekan sertipikat diperlukan untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya.

Baca juga: Lihat di sini materi dan jadwal workshop developer properti bagi pemula

Jika sertifikat dalam keadaan terblokir atau ada catatan apapun di sertifikatnya maka sertifikat tidak bisa dilakukan pengecekan. Selanjutnya transaksi jual beli tidak bisa dilaksanakan.

Pelaksanaan transaksi bisa dilakukan apabila catatan yang ada pada sertifikat diangkat terlebih dahulu. (more…)

Butuh Mentor? Ini Dia Kiat Menyerap Ilmu dari Mentor

Kebutuhan akan dukungan mentor sangat diperlukan bagi kita yang akan memulai menjadi developer. Sebagaimana pernah saya tulis di WAG ini sebelumnya, kehadiran mentor untuk meyakinkan bahwa rencana bisnis kita adalah benar, bukan untuk mencari pembenaran.

Dalam proses belajar dari mentor, kita sering terjebak pada ego diri kita, mentor yang seharusnya membimbing dalam terjebak hanya untuk membenarkan ide bisnis properti kita.

Bagaimana cara belajar ke mentor agar tujuan bisnis kita bisa tercapai?, berikut ulasan saya,

Sampaikan Semua Informasi Selengkap Mungkin

Ketika kita mengusulkan proposal bisnis ke mentor untuk memperoleh bimbingan, sampaikan segala informasi rencana bisnis kita secara detai.

Buka semua informasi baik positif maupun negatif. Data tidak semata-mata sebagai bahan atau alat menyusun perencanaan dan RAB dengan bimbingan mentor, tapi juga sebagai dasar pertimbangan apakah proyek bisa dilanjutkan atau tidak.

Sebagai contoh, kita tidak hanya menyampaikan potensi pasar, harga tanah atau kemudahan cara bayar lahan, tapi sampaikan juga jika ada informasi bahwa tanah masih waris dimana salah satu waris berada diluar negeri. (more…)

Maaf! Anda tidak akan Sukses

menemukan orang yang tepat untuk proyek

Salah satu kalimat bijak yang terus saya ingat adalah kalau ingin sukses kita harus mau membayar harganya. Harganya berupa uang dan waktu.

Harganya Berupa Uang

Mari kita lihat, uang pertama yang anda butuhkan untuk belajar menjadi developer properti adalah untuk menyambung koneksi internet dan membeli buku-buku. Jumlah yang lebih besar dibutuhkan untuk mengikuti seminar, workshop atau training.

Logika yang saya gunakan untuk memahami ini adalah semakin besar biaya yang dibutuhkan semakin kuat dorongan kita untuk sukses. Daya juang terbaik kita akan muncul ketika kita merasa sudah mengeluarkan banyak uang untuk belajar.

Kita akan merasa sangat rugi jika tidak sukses ketika sudah mengeluarkan banyak uang. Sebaliknya jika anda tidak merasa mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmunya maka anda dengan mudah akan melupakannya.

Artinya jika anda selalu menginginkan yang gratis maka itu tidak cukup untuk mendorong anda untuk sukses.

Lantas berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu tentang menjadi developer properti? Jumlahnya sangat relatif, tergantung metoda pembelajaran yang anda inginkan. Jika hanya untuk membeli buku-buku ya tidak sampai jutaan. (more…)

Sejarah Perumahan Pondok Indah; Siapa Developer dan Investornya

Dulunya kawasan Pondok Indah adalah kawasan biasa saja, terdiri dari hamparan ladang kering, sawah, kebun karet tua yang padat dan rumah penduduk yang dikenal sebagai wilayah Pondok Pinang.

Di Barat berbatasan dengan Ciputat dan mengarah ke Bintaro, di Selatan berbatasan dengan Lebak Bulus dan Pasar Jumat, sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Fatmawati dan sebelah Utara berbatasan dengan jalan Radio Dalam dan jalan H. Nawi.

Luasnya ratusan hektar yang terletak di sudut Selatan Kebayoran yang dibatasi oleh jalan H. Nawi, untuk ke sana melewati Jalan Radio Dalam.

Ciputra dan Budi Brasali dan Ismail Sofyan Mendirikan Metropolitan Development

Kisah bermula ketika tahun 1970 Ciputra dengan sahabatnya semenjak kuliah di ITB, Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan perusahaan yang bernama Metropolitan Development.

Mereka membeli lahan sedikit-sedikit di kawasan Bintaro. Lalu mereka mengajak perusahaan Jepang Obayashi Gumi untuk bekerjasama, tapi karena sesuatu hal Obayashi menjual sahamnya ke PT. Pembangunan Jaya yang di dalam perusahaan tersebut juga ada Ciputra sebagai presiden direkturnya. Jadilah perumahan Bintaro dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property dan perumahannya dikenal dengan nama Bintaro Jaya. (more…)

Rumah Subsidi Dijual Komersial, Bagaimana Menghitung Harga Jualnya? Dan Tambahan Biaya Konsumennya

Bapak Rudi, salah satu anggota Developer Properti Indonesia (Deprindo) bertanya ke saya, apakah rumah subsidi boleh dijual dengan skema komersil, dan bagaimana menentukan harga jualnya?

Rumah subsidi bisa dan boleh dijual secara komersil, meskipun developer dalam memperoleh perjiinan dan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  dan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) dalam rangka pembangunan rumah subsidi.

Yang dimaksud subsidi pada dasarnya subsidi untuk kepentingan calon konsumen yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memenuhi syarat tertentu.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tempat tinggal buat rakyat, pemerintah membuat kebijakan sedemikain rupa sehingga harga rumah menjadi terjangkau untuk MBR.

Meskipun pemerintah memberikan pembebasan PPN dan pengurangan PPh serta dukungan subsidi infrastruktur untuk developer, pada dasarnya tujuan utamanya adalah harga menjadi murah dan terjangkau MBR.

Beberapa Alasan Rumah Subsidi Dijual Dengan Skema Komersial

-Konsumen sendiri yang tidak memenuhi syarat subsidi, tetapi  tetap ingin membeli.

Syarat utama MBR memperoleh fasilitas subsidi adalah belum pernah punya rumah dan Batasan maksimal penghasilan.

MBR meskipun penghasilan masih kecil tetapi pernah punya rumah dan rumah sudah dijual, dia tidak dapat fasilitas rumah subsidi. (more…)

Cashback, Killing Marketing Method

“Dapatkan cashback 18 juta tiap pembelian unit rumah kami”

cashback-propertiKalimat tersebut sering kita baca di brosur perumahan yang sedang dijual. Dimana pembeli selain mendapatkan rumah juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp18 juta.

Strategi ini cukup memberikan pengaruh kepada minat beli calon konsumen karena konsumen bisa mendapatkan rumah dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Walaupun dalam praktekknya developer tidak memberikan uang beneran dalam bentuk uang cash kepada konsumen, tetapi lebih sering dikonversi menjadi potongan harga sebesar cashback yang diberikan.

Pembeli akan berfikiran bahwa mereka akan mendapatkan sebagian uang mereka kembali dengan jumlah sesuai yang dijanjikan oleh pengembang.

Pemberian Cashback dengan Prosentase atau Nominal

Dalam prakteknya pengembang bisa menerapkan besarnya cashback berdasarkan prosentase bisa juga langsung dengan jumlah nominal. Misalnya pengembang memberikan cashback sebesar 10% atau 15% atau dengan prosentase berapapun sesuai dengan keinginan pengembang. (more…)